Senin, 10 Maret 2014

Potensi Tanaman Jabon

Jabon berusia 7 bulan dengan diameter 7-10 cm
Latar Belakang

Dalam pembangunan ekonomi, industrialisasi merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menciptakan pemerataan pembangunan sehingga bisa dirasakan oleh semua masyarakat, baik meningkatkan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan serta mampu mengurangi perbedaan kemampuan antar daerah.

Industrialisasi dibidang kehutanan merupakan salah satu industri yang memikili peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya permintaan pasar akan hasil hutan khususnya dibidang perkayuan. Kayu merupakan salah satu sumberdaya alam yang saat ini mulai mengkhawatirkan banyak orang, baik ditingkat pemerintah maupun tingkat pemerhati lingkungan. Besarnya tingkat kebutuhan kayu untuk industri yang mencapai lebih dari 35 juta m3 per tahunnya, menjadikan kayu sebagai barang komoditas yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Tak heran bila saat ini harga jual kayu dipasaran cukup mahal, sehingga beberapa orang kini mulai sadar untuk membudidayakan berbagai macam jenis kayu untuk mengimbangi besarnya permintaan pasar yang ada saat ini.

Dari berbagai macam jenis kayu yang ada di Indonesia, saat ini Jabon  (Antocephalus cadamba) menjadi salah satu jenis tanaman yang paling diminati para petani. Pertumbuhannya yang lebih cepat dari tanaman kayu lainnya dan besarnya minat pasar terhadap jenis kayu ini, membuat para petani lebih tertarik membudidayakan jenis kayu tersebut sebagai salah satu peluang usaha yang mereka geluti. 

Pohon Jabon (Anthocephalus cadamba) adalah peluang usaha dan investasi menguntungkan, merupakan tanaman bahan baku industri yang sangat berkualitas bahkan jika dibandingkan dengan tanaman/pohon albaziah atau sengon. yang saat ini masih merupakan bahan baku dasar yang umum digunakan pada industri-industri kayu olahan, seperti: plywood, blockboard, particle board, hingga peti kemas.


Rumusan Masalah
  1. Karateristik Jabon (Anthocephalus cadamba) dan Keunggulannya
  2. Peluang Bisnis Jabon (Anthocephalus cadamba)
  3. Kendala dalam Bisnis Jabon (Anthocephalus cadamba)


Karateristik Jabon (Anthocephalus cadamba) dan Keunggulannya

Jabon (Antocephalus cadamba) merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis. Tanaman Jabon (Antocephalus cadamba) dapat tumbuh pada ketinggian 10 – 2000 mdpl serta curah hujan berkisar 1250 – 3000 m/thn. Suhu yang dibutuhkan tanaman jabon (Antocephalus cadamba) adalah 10ºC- 40ºC dengan PH tanah antara 4,5-7,5.

Bibit Jabon siap tanam

Saat ini jabon (Antocephalus cadamba)  menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis playwood, mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian. Tanaman Jabon (Antocephalus cadamba)  menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 8 tahun sudah dapat di tebang 30 up. Diameter batang jabon dapat mencapai 10 cm/thn dengan masa produksi yang singkat yaitu hanya 4-5 tahun.

Jabon (Antocephalus cadamba)   merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya, serta  tergolong tanaman yang tahan terhadap hama penyakit. Pertumbuhan Jabon (Antocephalus cadamba)  sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon albazia. Jabon (Antocephalus cadamba)  ergolong tumbuhan pionir yang dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon (Antocephalus cadamba) bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.


Peluang Bisnis Jabon (Antocephalus cadamba)

Di Indonesia, kayu merupakan komoditas yang sangat penting karena bukan hanya untuk keperluan domestik, tetapi juga untuk keperluan ekspor. Kayu diperjualbelikan dalam bentuk kayu bulat, maupun hasil olahannya, seperti kayu gergajian, kayu lapis, papan partikel, moulding, dan kertas. Ekspor kayu bulat sebenarnya telah lama dilarang oleh pemerintah. Ekspor kayu bulat yang berasal dari hutan-hutan alam memang akan mendorong kerusakan hutan yang lebih cepat, tetapi jika penerapannya pada hutan-hutan tanaman baru (termasuk hutan rakyat), pembukaan kembali izin ekspor kayu bulat juga akan mendongkrak harga kayu Indonesia. Dengan demikian, investasi pada hutan rakyat akan semakin memberikan menguntungkan yang menjanjikan.

Kondisi Jabon beberapa bulan setelah ditanam

Bisnis jabon (Antocephalus cadamba) merupakan bisnis yang memiliki peluang usaha dan investasi yang menguntungkan karena kayu yang dihasilkan tanaman jabon merupakan bahan industri yang sangat berkualitas jika dibandingkan dengan kayu tanaman albaziah atau sengon. Kayu jabon (Antocephalus cadamba) saat ini sangat diminati sehingga menjadi bahan baku dasar yang umum digunakan pada indusrti kayu olahan seperti plywood, blockboard, particle board, hingga peti kemas.

Hal ini dikarenakan semenjak tahun 2002, sebuah organisasi internasional di bidang industri perkayuan atau International Trade of Timber Organization (ITTO) mengeluarkan persyaratan bahwa kayu-kayu tropika tidak boleh diekspor kecuali kayu tersebut diolah terlebih dahulu. Industri perkayuan dalam bentuk plywood ini mengakibatkan permintaan akan kayu semakin tinggi. Industri kayu memiliki skema produksi yang unik, dimana arus outputnya lebih besar daripada arus inputnya. Penyediaan bahan baku yang relatif lama menjadi faktor kendalanya.

Agribisnis Jabon, berupaya menjawab tantangan industri perkayuan khususnya plywood tersebut. Kondisi ini dikarenakan usia panen tanaman jabon yang relatif singkat untuk ukuran tanaman kayu. Jabon dapat dipanen pada umur 6 s/d 7 tahun. Sehingga, tanaman jabon merupakan alternatif yang paling tepat sebagai bahan baku plywood atau industri perkayuan sejenis.


Nilai Ekonomi Jabon (Antocephalus cadamba)

Budidaya tanaman jabon (Antocephalus cadamba) akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Tanaman jabon (Antocephalus cadamba) yang dipanen pada usia 5-6- tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil,  setiap batang jabon (Antocephalus cadamba) diperoleh tinggi batang rata-rata yang bisa terjual adalah 12 m dengan diameter batang rata-rata 40 -50 cm. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka tiap batang pohon jabon (Antocephalus cadamba) menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000.

Jika asumsi harga jual pohon Jabon (Antocephalus cadamba) usia 6 - 7 tahun per-batangnya adalah Rp.1.000.000,- per-batangnya, maka dalam 1 Hektarnya kita dapat menghasilkan uang sebesar.
  • jarak tanam 4 x 4 meter = 625 batang pohon x Rp 1.000.000 = Rp 625.000.000
  • jarak tanam 3 x 4 meter = 825 batang pohon x Rp 1.000.000 = Rp 825.000.000
  • jarak tanam 3 x 3 meter = 1.000 batang pohon x Rp (2 tahap) = Rp 865.000.000
Seratus jutaan lebih pertahun merupakan hasil yang fantastis dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan dan tanpa perawatan yang sulit.


Tingginya Permintaan Kayu Jabon (Antocephalus cadamba) 

Terus meningkatnya permintaan pasar akan hasil hutan kayu membuat bisnis jabon sangat tepat untuk dikembangkan. Saat ini banyak sekali penyerap kayu jabon (Antocephalus cadamba) diantaranya kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti buah, alas sepatu, korek api, tripleks, mebel, bahan bangunan non konstruksi, dan banyak lagi yang lainnya. Selain itu kayu jabon (Antocephalus cadamba) juga sangat mudah dibuat vinir dengan sudut kupus920 dan ketebalan 1,5 mm.

Menanam jabon (Antocephalus cadamba)  bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu jabon akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, besar kemungkinan harga kayu jabon akan semakin meningkat terus.
Beberapa target pasar untuk menjual tanaman jabon yaitu :
  1. Tempat Penampungan Kayu (TPK)
    Beberapa TPK resmi yang dikelola oleh Kementrian Kehutanan umumnya telaah siap menerima kayu jabon yang memiliki izin kepemilikan yang sah. Di Provinsi Jawa Tengah, terdapat beberapa TPK yang merupakan tempat pemasaran kayu jabon. Harga beli yang ditawarkan kepada petani ditentukan oleh pasar. Pada akhir tahun 2010 harga kayu jabon berkisar antara  Rp 900.000 – Rp 1.200.000 per m3.
  2. Perusahaan Tripleks dan Mebel
    Perusahaan hilir yang membutuhkan bahan baku kayu seperti industri tripleks, kayu olahan dan mebel banyak menampung kayu jabon, meskipun jumlahnya masih belum sebanyak kayu sengon, kayu jabon sudah mulai dibutuhkan oleh berbagai industry pengolahan kayu di Pula Jawa, seperti Semarang, Cirebon, Sukabumi dan Cianjur.
  3. Perusahaan Kertas
    Perusahaan kertas saat ini sangat membutuhkan pasokan bahan baku dengan semakin berkurangnya pasokan bahan baku dari alam (hutan produksi), sehingga dalam keadaan mendesak kayu jabon yang berumur 2-3 tahun dapat dipanen dan dijual ke beberapa perusahaan kertas yang tentu saja keuntungan yang diperoleh lebih kecil dibandingkan kayu jabon yang dipanen pada saat kondisi optimal


Kendala Bisnis Jabon (Antocephalus cadamba)

Jabon (Antocephalus cadamba) merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya. Hambatan yang mungkin muncul dalam budidaya jabon adalah serangan hama yang pada umumnya menyerang di persemaian. Hama yang sering menyerang tanaman jabon di persemaian antara lain hama semut, bekicot, ulat dan rayap, sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman jabon di persemaian khususnya pada saat perkecambahan adalah penyakit Dumping off. Antisipasi dapat dilakukan penyemprotan pestisida hingga umur bibit 3 bulan. Setelah itu daunnya sudah banyak tumbuh dan tidak akan habis bila terserang oleh hama.

Bibit Jabon siap tanam usia 2-3 bulan

Kendala juga dapat datang dari segi pengangkutan kayu jabon (Antocephalus cadamba), dimana seringkali pengangkutan kayu jabon (Antocephalus cadamba)  terkendala akibat waktu pengangkutan yang dibutuhkan relative lama. Hal ini dapat menyebabkan konsumen merasa kecewa khususnya pihak yang menjadikan jabon (Antocephalus cadamba)  sebagai bahan baku produknya. Karena pengangkutan kayu jabon (Antocephalus cadamba)  dari produsen terkendala akibatnya penyediaan bahan baku produknya juga terganggu.


Kesimpulan

Industrialisasi dibidang kehutanan merupakan salah satu industri yang memikili peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya permintaan pasar akan hasil hutan khususnya dibidang perkayuan. Saat ini tanaman kehutanan yang sedang digemari dalam dunia bisnis adalah jabon (Antocephalus cadamba).

Menanam jabon menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan mengingat kebutuhan kayu akan terus meningkat, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang kebutuhan dan harga kayu jabon akan semakin meningkat terus. 

Pohon Jabon (Anthocepalus cadamba) adalah peluang usaha dan investasi menguntungkan, merupakan tanaman bahan baku industri yang sangat berkualitas bahkan jika dibandingkan dengan tanaman/pohon albaziah atau sengon. yang saat ini masih merupakan bahan baku dasar yang umum digunakan pada industri-industri kayu olahan, seperti: plywood, blockboard, particle board, hingga peti kemas.


Daftar Pustaka

Darwo, 1994. Studi Pendahuluan Pembuatan Batang Korek Api dari Jabon. Buletin Penelitian Kehutanan 10 (1) : 13 – 29. BPK Pematang Siantar.
Irdika, Mansur dan Faisal, D. T. Kayu Jabon. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.
Krisnawati, H dan Markku K., 2011. Anthochepalus cadamba Miq. Ecology, Silviculture and Productivity. Center for International Forestry Research (CIFOR). Bogor.
Listyanto, 2010. Budidaya Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq) Menggunakan Bio P 2000 Z. Seri Kehutanan PT. Alam Lestari Maju Indonesia.
Mansur, I. dan FD. Tuheteru, 2010. Kayu Jabon. Penebar Swadaya. Jakarta.
Nair, K.S.S., 2000. Insect Pest and Disease in Indonesian Forest. Center for International Forestry Research (CIFOR). Bogor.
Pratiwi, 2003. Prospek Pohon Jabon untuk Pengembangan Hutan Tanaman. Buletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Vol. 4 No. 1 Tahun 2003, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
Redaksi Trubus, 2010. Jabon Jagoan Kayu Produktif. PT. Trubus Swadaya. Jakarta.
Sapulete, E., Kapisa, N., 1994. Informasi Teknis Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq). Buletin Penelitian Kehutanan 10 (3) : 183 – 195. BPK Pematang Siantar.
Sedijoprapto, EI dan AR. Dewi, 2001. Arboretum Manggala Wanabakti: Tanaman Delegasi WFC VIII, Tinjauan Literatur. Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti Pusdokinfo, Museum dan Taman Hutan. Jakarta.
Wang B and Y.-L.Qiu. 2006. Phylogenetic distribution and evolution of mycorrhizasin land plants. Mycorrhiza 16: 299–363


Penulis : Desi Natarina Sembiring

Silahkan tulis saran, kritik dan komentar Anda pada kotak komentar di bawah ini, terima kasih..

Tidak ada komentar: